puisi chairil anwar yang telah di ubah menjadi prosa

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

Prosa Prajurit Jaga Malam
sewaktu menjalani hidup aku tidak tahu bagai mana nanti akhirnya
anak muda yang masih kuat dan orang tua yang keras memandang ku sadis
memimpikan kemerdekaan mungkin hanya halusinasi belaka
sampai mati aku akan mempertahankan daerah ini
aku bangga dengan meraka yang tak takut malam, tak takud kegelapan
walau malam trus berganti siang
dan aku pun tak tahu bagai mana akhirnya nanti.

___________________________________________________________________

MALAM

Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
–Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang

Prosa Malam
sudah gelap
sudah larut malam
tapi kami masih terbangun
thermopylae?
mungkin tak ada yang peduli
tapi ketika matahri terbit dan bumi sudah terang
pasti kami sudah tidak di sini lagi

_______________________________________________________________________

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

Prosa Persetujuan Dengan Bung Karno

baiklah bung karno ayo kita buat suatu perjanjian
aku sudah lama mengikuti kemauanmu
dan semua serta semua kemauan mu
sejak 17 agustus 1945
berada di barisan paling depan
menjaga kehormatan bangsa ini

bung karno
apapun yang kau perintahkan akan ku kerjakan
sampai mati dan sampai kapan pun, aku ada di pihak mu

AKU

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Prosa Aku
jika sudah tiba waktunya, janagn ada yg memanggilku lagi termasuk kau
walau halang rintangan ada di depan ku , aku tak peduli aku akan terus berjuang
karena luka ini hanya sementara tidak selamanya jika kita tak merdeka
dan aku mw hidup selamanya untuk merdeka

_________________________________________________________________________________

MALAM DI PEGUNUNGANAku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
Prosa Malam di Pegunungan
apakah bulan yang membuat suasana menjadi dingin
membuat ruumah dan pohon tak bergerak
kali ini aku tahu jawabanya
bahwa kebebasan adalah segalanya
______________________________________________________________________________

DOAkepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Prosa DOA

kepada kau tuhan
di dalam diam ku aku sebut nama mu
ku ketahui kau pemilik segalanya
cahaya mu ku butuhkan
bagai sesinar lilin di dalam kegelapan
menerangi jagad

ku haturkan doa, aku berserah, mohon ampun aku